RSS

Ketika Sang Wujud (Allah) menampakkan Wajahnya di hadapan para penduduk Syurga.

29 Jul

Allah SWT berfirman: “Wahai hambaku, adakah suatu permohonan yang belum kalian ajukan kepadaku?”Mereka menjawab: Ya, ada wahai Allah. Satu permintaan kami yang belum kami ajukan. Kami belum melihat wajah-Mu ya Allah.

Lalu Allah SWT menyuruh malaikat hijab mengangkat tabir yang berada di depan mereka. Setelah tabir terangkat, seketika itu angin bertiup sepoi-sepoi dari bawah tabir ke arah mereka. Angin itu bukan sembarang angin, sejuk dan nikmat dirasa oleh tubuh mereka (penduduk syurga). Hati dan perasaan mereka merasa tenang dan bahagia. Wajah-wajah mereka menjadi bercahaya dan berseri-seri. Sesungguhnya, jika penduduk bumi diperlihatkan segala apa yang dirasakan oleh penduduk syurga, niscaya seketika itu mereka ingin mati, karena inginnya.

Selanjutnya Allah SWT berfirman: “Wahai malaikatku, cobalah angkat Hijabul-A’zam yang berada di antara Aku dengan hamba-Ku. Setelah Hijabul-A’zam terangkat, Allah SWT mengatakan:
“Siapakah AKU ini?”
AKU-lah Assalam, kalian muslim. AKU-lah Mu’min, kalian Mu’minun. Akulah yang masa dahulu Mahjub dan kalian Mahjubun. Inilah kalamku, maka dengarlah. Inilah Nur dan wajahku, maka pandangilah. Saat ini , AKU beri kesempatan kepada kalian untuk bertemu dengan-KU.
Saat itu, penduduk syurga barulah dapat memandang wajah Allah dengan mata kepala sendiri tanpa dinding aling-aling, tampak begitu tegas dan nyata. Mata penduduk syurga tidak berkedip sedikitpun, karena terpesona memandangi wajah Allah yang begitu rupawan yang tiada bandingannya.

Ketika kita melihat wajah seorang wanita cantik, maka tidak bosan-bosan kita memandanginya. apalagi melihat wajah sang pencipta yang begitu indah dan tiada tara baginya. Walaupun dibandingkan dengan wajah nabi Yusuf sekali pun yang terkenal dengan ketampanannya, yang tatkala itu ada seorang gadis melihatnya tidak terasa jarinya teriris pisau, belum dapat mengalahkan wajah Allah yang begitu rupawan. Wajah Allah memang tidak ada bandingannya.
seperti dijelaskan dalam potongan suratnya “dan tidak ada bagi Allah suatu bandingan” (QS- Al-Ikhlas: 4).

Dikala orang-orang mu’min (penduduk syurga) memandangi wajah Allah SWT, mata mereka tidak berkedip-kedip dan terus memandangi-Nya hingga tiga ratus tahun lamanya. Demikian asyiknya mereka memandangi Allah, sehingga hilang lenyap haus dan lapar mereka. Begitulah kelezatan dan kenikmatan yang dirasakan oleh para penduduk syurga tatkala memandangi wajah Allah SWT.

Penduduk Syurga meminta kepada Allah untuk sujud di hadapan-Nya.
Allah menjawab: “Ketahuilah, bahwa inilah alam yang tiada tempat melakukan sujud dan rukuq. Inilah alam pembalasan atas amal perbuatan kalian semasa hidup di dunia, dan inilah alam yang kekal. Sesungguhnya, sengaja aku mengundang kalian kemari (Arsy-nya Allah) adalah bukan untuk kalian melakukan sujud di hadapan-Ku, tetapi semata-mata untuk menjamu kalian. Demi kemuliaan kalian disisi-Ku, aku izinkan permohonan kalian untuk sujud kali ini dan ketahuilah tidak akan Aku izinkan kalian lgi sujud setelah ini dan seteusnya.
Kemudian dengan serempak mereka sujud kehadirat Allah. Tidak terkecuali, para malaikat dan bidadari pun ikut sujud. Mereka sujud bukan sebulan dua bulan, melainkan sampai empat puluh tahun lamanya. Demikan, nikmatnya mereka sujud di hadapan Allah SWT.

Allah berfirman: “Wahai hamba-hambaku, cukuplah kalian sujud di hadapanku. Angkatlah kepala kalian, ucapkanlah takbir, tahlil, takdis, dan tahmid serta pujian kepada-Ku. Lalu mereka mengucapkan”
“Allohu Akbar”
“Lailaahailallah”

“Subbun Quduusun Robbunaa Warrobbul Malaaikati Warruuh”
“Subhanallah Walhamdulillahi Walaa Ilaaha Illallah Wallahu Akbar”

Kemudian Allah berfirman dengan lemah lembut:
“Assalamu’alaikum yaa asfiyaa-ii”
“Wassalamu’alakum yaa jamaa’atii”

“Wassalamu’alakum yaa auliyaa’atii”

Ya Tuhan kami, apa lagi yang kami cita-citakan melainkan keridhoan-Mu. Itualah yang kami harapkan dari sisi-Mu.
Ya hambaku, dengan sebab keridhoanKu inilah kalian masuk ke dalam syurgaku dan Aku tempatkan kalian berada di sisi-Ku. Aku memberi kesempatan kepada kalian untuk memandangi wajah-Ku. Aku tlah ridho kepadan kalian, dan kalian telah ridho kepada-Ku.
demikianlah percakapan penduduk Syurga dengan Allah SWT.
Keterangan:
Firman Allah SWT yang artinya :”Muka manusia pada hari bercahaya, memandang kepada tuhan-Nya”
Hadist Nabi SAW:
“Sesungguhnya kamu pasti akan melihat Tuhanmu, sebagaimana kamu dapat melihat bulan tanggal empat belas hari (Purnama Raya). Maka, barang siapa yang menyangkal bahwa Allah tidak dapat dilihat pada hari kemudian, berarti mereka telah menyangkal keterangan Al-qur’an dan hadist nabi.

Memandangi wajah Allah di hari kelak adalah sebuah karunia Allah kepada hamba-Nya. Sebagaimana janji-Nya di dalam Al-Qu’ran surat Al-Kahfi yang artinya:
“Siapa ada pengaharapan untuk bertemu kepada Tuhannya, hendaklah berbuat kebaikan dan jangan menduakannya dalam hal beribabadah.”

DIKUTIP DARI BUKU “AKHIR ZAMAN”
http://dhayesamantha.blogspot.com/2012/01/ketika-sang-wujud-allah-menampakkan.html

 
Leave a comment

Posted by on 29 July 2013 in Nyata dan Keyakinan

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: