RSS

Ilmu Mengenal Allah

29 Jul

MA`RIFATULLAH
Sumber Kekuatan dan Ketentraman Bathin

Ma`rifatullah ialah melihat dan mengenal Allah dengan mata hati bukan dengan mata kepala.
Sebenarnya ruh-ruh kita dahulu sebelum menyatu dengan jasad telah menghadap Allah untuk syuhud (menyaksikan keesaan Allah SWT), bukti bekas syuhud inilah yang kemudian menjadi fitrah atau yang sekarang dikenal dengan istilah God Spot , sehingga setiap manusia didalam jiwanya terdapat kecenderungan mencari Tuhannya. Jadi sesungguhnya bukanlah hal yang sulit untuk mengenal Allah SWT jika ternyata ruh-ruh kita sudah pernah syuhud lebih dulu kepada-Nya, apalagi bila kita bisa menghayati bahwa diri kita ini merupakan tajalli sifat-sifat Allah SWT, ditambah lagi semua keberadaan ciptaan
Allah SWT yang tak terhitung disekeliling kita, tentu kita akan mudah mengenal siapa yang menciptakan ini semua. Hanya saja dibutuhkan hati yang bersih dan tunduk untuk dapat mengenal-Nya.

Justru yang lebih sulit ialah mengetahui seseorang yang dikaruniai rahasia ma`rifatullah, sebab wujudnya sama seperti kita yakni manusia dengan segala aktivitas hariannya; makan, minum, tidur, bekerja, belajar, istirahat, dll. Ditambah lagi orang tersebut menjadi sangat tawadhu (rendah hati) dengan merasakan keagungan mengenal Allah SWT dalam jiwanya, sehingga rapat-rapat ia menyimpan rahasia bahwa ia diberi karunia keyakinan ma`rifatullah, kecuali kepada hamba-hamba Allah SWT yang benar-benar sangat ingin mendamba-Nya. Seorang hamba yang diberi karunia lezatnya ma`rifatullah (melihat Allah SWT dalam setiap tempat dan keadaan), maka seiring dengan bertambah ketaatannya, bertambah pula ma`rifatullah pada dirinya.

Sampai diam-diam Allah SWT mengangkatnya kepada derajat para wali Allah yakni hamba-hamba yang dicintai dan dibela Allah SWT. Meski kadang hamba-Nya tersebut tidak menyadari derajatnya, karena ia merasa tidak pantas dan begitu hina. Tetapi Allah SWT tidak melihat rupa maupun pakaian, Dia hanya melihat hati hamba-hamba-Nya. Jadi bukanlah seorang wali Allah itu mesti bisa berbuat hal-hal yang aneh diluar nalar (meskipun sah-sah saja bila Allah menghendaki), sebab jika demikian yang menjadi cirinya maka seorang tukang sulap atau sihir juga mampu berbuat hal-hal aneh. Seorang wali Allah itu biasa-biasa saja. Pakaian tidak bisa menjadi ciri dan ukuran. Akan tetapi ia harus memiliki 3 ciri :
1. Hatinya selalu tentram bersama Allah dan tidak takut pada sesuatu apapun. Sebagaimana firman Allah : ”Ketahuilah sesungguhnya para wali Allah itu tidak ada ketakutan dan kekhawatiran pada diri mereka”.
2. Hatinya bergetar bila disebut nama Allah dan bertambah imannya bila dibacakan ayat-ayat Allah SWT. 3. Selalu mendekatkan diri pada Allah, terutama pada malam hari saat orang-orang lain tertidur nyenyak.

Begitulah, gambaran seorang hamba yang telah mendapatkan dan merasakan manisnya selalu bersama Allah SWT. Oleh karenanya kita
tidak boleh meremehkan sembarang orang, meskipun dalam penglihatan kita ia biasa-biasa saja.
Ma`rifatullah itu anugerah-Nya, bisa kepada hamba laki-laki atau wanita. Dalam khazanah perjalanan ummat Islam ada banyak orang mukmin yang mendapatkan anugerah luar biasa ini, sebut misalnya Al Junaid al Baghdadi, Imam Ghazali, Abdul Qodir al Jailani, Dzun Nun al Mishri, Ibrahim bin adham, Hasan al Bashri, syekh Ibnu athailah dll, atau seorang wanita bernama Rabi`ah al Adawiyah. Apalagi pada masa awal-awal ummat Islam; sebut misalnya keluarga Rasulullah saw, Khalifah Rasyidin, sahabat Rasulullah seperti Salman al Farisi, Abu dzar al Ghifari, Uwais al Qarni, dll.

Berbagai pengertian tentang ma`rifatullah pun telah mereka ungkapkan. Menurut banyak kalangan ahli hikmah, bahwa ma`rifatullah ialah mengenal nama-nama dan sifat-sifat Allah SWT , maka sebagai bukti pengenalannya ialah ketundukannya kepada Allah SWT, dengan meninggalkan sifat-sifat tercela, selalu ingat kepada Allah SWT, sehingga Allah mencintainya dan memberi karunia kepadanya yang berupa petunjuk dan keyakinan.

Imam Ghazali menerangkan, bahwa ma`rifat menurut pengertian bahasa ialah ilmu pengetahuan yang tidak bercampur dengan keraguan sedikitpun, yang obyek pengetahuan tadi ialah zat dan sifat Allah SWT.
Abu Zakaria Anshari berkata, bahwa ma`rifat ialah ilmu pengetahuan yang sampai ke tingkat keyakinan yang mutlak dalam meng-Esa-kan Allah SWT.
Syekh Ibnu Athailah al Iskandari dalam kitabnya Taajul `Arus membagi ma`rifatullah menjadi dua macam, yakni:
– Ma`rifatullah yang umum ialah mengenal Tuhan yang diwajibkan kepada seluruh mahluk-Nya, seluruh mahluk-Nya diwajibkan untuk mengenal zat-Nya, kemudian memuji dengan pujian yang sesuai dengan keadaan setiap mahluk masing-masing.
– Ma`rifatullah yang khusus ialah pengetahuan yang lahir dari musyahadah (penyaksian hati), maka seorang arifin billah ialah orang yang telah mengenal zat, sifat, asma, dan af`al Allah SWT dengan perantara musyahadahnya.
Adapun yang wajib bagi setiap kita ialah keinginan untuk mengenal zat, sifat dan hikmah dari Allah SWT serta menolak segala sifat kekurangan dan menetapkan segala sifat kesempurnaan bagi Allah SWT.

Ada 3 jalan untuk mengenal Allah SWT, yakni :
a. Jalan Naluri atau pembawaan sejak lahir yang biasa juga disebut fitrah.
b. Jalan Wahyu, yang tersurat dalam Kitab-Kitab Suci yang diturunkan Allah SWT dengan perantaraan Rasul-Nya, dan kini hanya Al-Qur`an yang masih terpelihara keasliannya.
c. Jalan Hikmah, yakni kepandaian menggunakan akal pemikiran dengan memperhatikan bukti-bukti alam yang ada.

Pada iman yang bersandarkan ma`rifatullah itulah ditemukan kemantapan aqidah yang tak tergoyahkan, bagai pohon yang sangat kekar, akarnya terhujam kokoh kedalam bumi. Bila iman dan tauhid tumbuh dalam taman sari ma`rifah, maka sungguh subur dan kuatlah itu. tingkat ma`rifah yang demikian itulah yang membuahkan ilmul-yaqin dan haqqul yadin. Pada taman sari itulah tumbuh subur keberanian (syaja`ah), kebulatan tekad, kekuatan pribadi, kedamaian hati, ketenangan bathin dan kebahagiaan hidup yang memancarkan sinar rahmat dan keberkahan untuk sekelilingnya. Sehingga apabila keimanan dan ma`rifah telah menyatu, maka terasalah halawatul-imaan, manis sedapnya iman.

http://wisnoealfaqir.abatasa.co.id/post/detail/3633/ilmu-mengenal-allah.html

 
Leave a comment

Posted by on 29 July 2013 in Nyata dan Keyakinan

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: