RSS

Daily Archives: 19 December 2011

Wasiat Nasehat Syekh Abdul Qadir Al-Jailany

Ikutilah Sunnah rasul dengan penuh keimanan, jangan mengerjakan bid’ah, patuhlah selalu kepada Allah swt dan Rasulnya, janganlah melanggar. Junjung tinggi tauhid, jangan menyekutukan Allah swt, selalu sucikan Allah swt, dan jangan berburuk sangka kepadanya. Pertahankanlah kebenarannya, jangan ragu sedikitpun. Bersabarlah selalu, jangan menunjukkan ketidak sabaran. Beristiqomahlah dengan berharap kepadanya; bekerja samalah dalam ketaatan, jangan berpecah belah. Saling mencintailah, dan jangan saling mendendam.
• Tabir penutup kalbumu tak akan tersibak selama engkau belum lepas dari alam ciptaan; tidak berpaling darinya dalam keadaan hidup selama hawa nafsumu belum pupus; selama engkau melepaskan diri dari kemaujudan dunia dan akhirat; selama jiwamu belum bersatu dengan kehendak Allah swt dan cahayanya. Jika jiwamu bersatu dengan kehendak Allah swt dan mencapai kedekatan denganNya lewat pertolonganNya. Makna hakiki bersatu dengan Allah swt ialah berlepas diri dari makhluq dan kedirian; serta sesuai dengan kehendaknya tanpa gerakmu; yang ada hanya kehendaknya. Inilah keadaan fana dirimu; dan dalam keadaan itulah engkau bersatu denganNya; bukan dengan bersatu dengan ciptaannya. Sesuai Firman Allah swt :”Tak ada sesuatupun yang serupa dengannnya. Dan dialah yang Maha Mendengar dan Maha Melihat”
• Anakku! Pertama-tama nasihatilah dirimu, kemudian nasihatilah orang lain. Perhatikanlah dirimu, jangan mengurusi orang lain, jangan mengurusi orang lain selama dalam dirimu masih ada sesuatu yang harus diperbaiki. Sungguh celaka, engkau mengaku tahu cara menyelamatkan orang lain! Engkau buta, bagaimana dapat menuntun orang lain? Hanya yang memiliki penglihatan tajamlah yang mampu menuntun umat manusia. Hanya seorang perenang handallah yang mampu menyelamatkan mereka dari samudera ganas. Hanya orang yang mengenal Allah swt lah yang dapat mengembalikan manusia ke jalan-Nya. Seseorang yang tidak mengenal-Nya, bagaimana dapat menuntun manusia ke jalan-Nya?
• Hai orang-orang yang lalai! Secara terang-terangan engkau menentang Allah swt. yang Maha Benar dengan bermaksiat kepada-Nya tetapi merasa aman dari siksa-Nya? Ketahuilah tak lama lagi rasa aman itu akan berubah menjadi ketakutan, masa luangmu menjadi kesempitan, kesehatanmu menjadi sakit, kemuliaanmu menjadi kehinaan, kedudukanmu menjadi rendah, kekayaanmu menjadi kemiskinan. Ketahuilah! Rasa aman dari siksa Allah ‘Azza wa jalla yang akan kau peroleh di hari kiamat sesuai dengan rasa takutmu kepada-Nya di dunia ini. Sebaliknya, ketakutanmu di hari kiamat, sesuai dengan rasa amanmu (dari siksa Allah swt ) di dunia.
Sayangnya! Engkau tenggelam di dunia dan terperosok ke lembah kelalaian, sehingga cara hidupmu seperti hewan. Yang kalian ketahui hanya makan, minum, menikah dan tidur. Keadaan kalian ini tampak nyata bagi orang-orang yang berhati suci.
Rasa rakus terhadap dunia, keinginan untuk mencari dan menumpuk-numpuk harta telah memalingkan kalian dari jalan Allah ‘Azza wa jalla dan pintu-Nya.
Hai yang ternoda karena ketamakannya, andaikata kau bersama penghuni bumi bersatu untuk mendatangkan sesuatu yang bukan bagianmu, maka kalian semua tidak akan mampu mendatangkannya. Oleh karena itu tinggalkanlah rasa tamak untuk mencari sesuatu ( rezeki ) yang telah ditetapkan untukmu, maupun yang tidak ditetapkan untukmu. Apakah pantas bagi seorang yang berakal untuk menghabiskan waktunya memikirkan sesuatu yang telah selesai pembagiannya….?
• Empat hal berikut menghapus agama kalian :
1. Kalian tidak mengamalkan apa yang kalian ketahui.
2. Kalian mengamalkan apa yang tidak kalian ketahui.
3. Kalian tidak mau mempelajari apa yang tidak kalian ketahui, maka selamanya kalian bodoh.
4. Kalian mencegah orang lain untuk mempelajari apa yang tidak mereka ketahui.
• Kalian menghadiri majelis ilmu hanya untuk mencari jalan keluar bagi permasalahan duniawi kalian, bukan untuk mengobati penyakit hati. Kalian tidak mendengarkan nasihat para penceramah, tetapi meneliti kesalahan mereka, kemudian menghina dan mentertawakannya, kalian juga bermain-main dalam majelis. Sesungguhnya kalian sedang mempertaruhkan diri kalian kepada Allah swt yang Maha Agung dan Maha Mulia. Segeralah bertobat, jamgan mencontoh musuh-musuh Allah ‘Azza wa jalla. Berusahalah untuk mengambil manfaat dari apa yang kalian dengar.
• Berpuasalah! Tetapi ketika berbuka jangan lupakan faqir miskin. Berilah mereka sedikit makanan yang kau gunakan untuk berbuka. Jangan makan sendiri, sebab orang yang makan sendiri dan tidak memberi makan orang lain, dikhawatirkan kelak akan menjadi miskin dan hidup susah.
Perut kalian kenyang, tetangga kalian kelaparan, tetapi kalian mengaku sebagai Mukmin. Iman kalian tidaklah sah, jika kalian memiliki banyak makanan sisa, keluarga kalian telah makan, tetapi kalian tolak seorang peminta yang berdiri di depan pintu kalian, sehingga ia pergi dengan tangan hampa.
Jika ini kalian lakukan, ketahuilah, tak lama lagi kalian akan mengetahui berita kalian, kalian akan menjadi sepertinya, kalian akan diusir sebagaimana kalian mengusir peminta itu ketika kalian mampu memberinya.
Sungguh celaka dirimu, mengapa engkau tidak segera bangun dan memberikan sesuatu yang kau miliki dengan tanganmu sendiri. Andaikata kalian mau bangun dan memberinya sesuatu, maka kalian telah melakukan dua kebaikan, yaitu merendahkan diri kepada sang peminta dan berderma kepadanya. Lihatlah Nabi kita Muhammad saw, beliau berderma kepada peminta, memerah susu onta dan menjahit pakaian beliau dengan kedua tangan beliau sendiri. Bagaimana kalian berani mengaku sebagai pengikut beliau saw, perbuatan beliau saw. Kalian hanya pandai mengaku, tetapi tidak memiliki bukti….!

• Jika engkau bertemu dengan seseorang, maka yakinilah bahwa dia lebih baik darimu. Ucapkan dalam hatimu: “Bisa jadi kedudukannya di sisi Allah swt jauh lebih baik dan lebih tinggi dariku”
Jika bertemu anak kecil, maka ucapkanlah (dalam hatimu): “Anak ini belum bermaksiat kepada Allah swt, sedangkan diriku telah banyak bermaksiat kepada-Nya. Tentu anak ini jauh lebih baik dariku.”
Jika bertemu orang tua, maka ucapkanlah (dalam hatimu):
“Dia telah beribadah kepada Allah swt jauh lebih lama dariku, tentu dia lebih baik dariku.”
Jika bertemu dengan seorang yang berilmu, maka ucapkanlah (dalam hatimu): “Orang ini memperoleh karunia yang tidak akan kuperoleh, mencapai kedudukan yang tidak akan pernah kucapai, mengetahui apa yang tidak kuketahui dan dia mengamalkan ilmunya, tentu dia lebih baik dariku.”
Jika bertemu dengan seorang yang bodoh, maka katakanlah (dalam hatimu): “Orang ini bermaksiat kepada Allah swt karena dia bodoh (tidak tahu), sedangkan aku bermaksiat kepada-Nya padahal aku mengetahui akibatnya. Dan aku tidak tahu bagaimana akhir umurku dan umurnya kelak. Dia tentu lebih baik dariku.”
Jika bertemu dengan orang kafir, maka katakanlah (dalam hatimu):
“Aku tidak tahu bagaimana keadaannya kelak, bisa jadi di akhir usianya dia memeluk agama islam dan beramal saleh. Dan bisa jadi di akhir usia, diriku kufur dan berbuat buruk.”

http://pustakamuhibbin.blogspot.com/2011/03/normal-0-false-false-false.html

 
Leave a comment

Posted by on 19 December 2011 in Nyata dan Keyakinan

 

Kisah Nabi Zakaria AS

Ketenangan menyelubungi segala sesuatu, hingga hembusan angin sepoi musim semi juga terdengar. Cahaya redup sebuah lampu yang lemah menerangi kegelapan. Keredupannya lembut menenangkan jiwa. Tempat itu memiliki kemuliaan, wibawa, dan kesucian di dalam hati. Tempat itu adalah MIHRAB seorang Nabi tukang kayu bernama ZAKARIYA alaihissalam.

Di tengah cahaya redup itu tampak bayangan seorang wanita yang sedang beribadah, sujud, dan ruku’ kepada Tuhan-Nya. Seolah-olah cahaya dalam mihrab itu berasal darinya. Seandainya khusyu’ itu adalah seorang manusia, maka dialah si khusyu’ itu. Dialah MARYAM putra Imran, seorang wanita yang dia memeliharanya pada hari di mana pena-pena ditinggikan dengan perintah dari Allah azza wa jalla.

Terdengar langkah-langkah renta lelaki tua berjalan perlahan-lahan ke mihrab itu. Zakariya terkejut karena di mihrabnya telah tersaji buah-buahan dan makanan lezat. Ia heran dan berkata kepada Maryam, “Hai Maryam, dari mana kamu memperoleh (makanan) ini?” (QS. Ali Imran (3): 37).

Maryam menjawab, “Makanan itu dari sisi Allah. Sesungguhnya Allah memberi rezeki kepada siapa yang dikehendaki-Nya tanpa hisab”. (QS. Ali Imran (3): 37)

Zakariya yang renta termakan usia telah kering air maninya. Istrinya juga sudah tua dan mandul. Namun keberadaan makanan di mihrab itu membangkitkan harapannya. Ia masuk ke dalam mihrabnya dan diapun sujud dengan khusyu’ sambil memohon kepada Tuhannya dengan pengharapan yang teramat sangat,
“Wahai Tuhanku! Wahai Tuhanku! Wahai Tuhanku!”

Seolah-olah dia menghampiri Tuhannya, dengan suara lembut penuh ketundukan ia mengadu kepada Tuhannya, bermunajat dengan rasa malu karena meminta kebutuhan duniawi kepada-Nya.

Ia berkata pelan, “Ya Tuhanku, sesungguhnya tulangku telah lemah dan kepalaku telah ditumbuhi uban. Dan aku belum pernah kecewa dalam berdo’a kepada Engkau. Dan sesungguhnya aku khawatir terhadap mawaliku sepeninggalku, sedang istriku mandul. Maka anugerahkanlah aku dari Engkau seorang putera yang akan mewarisi aku dan mewarisi sebagian keluarga Ya’qub, dan jadikanlah ia, ya Tuhanku, seorang yang diridhai” (QS. Maryam (19): 3-6)

Lalu ia memperkuat permohonannya dengan berkata, “Ya Tuhanku, berilah aku dari sisi Engkau seorang anak yang baik. Sesungguhnya Engkau Maha Pendengar Do’a” (QS. Ali Imran (3): 38)

Zakariya tersungkur dalam khusyu’nya di mihrab itu. Ia menangis ditemani cahaya redup menenangkan jiwa. Lalu datanglah malaikat yang mulia (Jibril) menyampaikan firman Allah kepadanya dengan suara yang lembut. Malikat itu berkata,
“Hai Zakariya, sesungguhnya Kami memberi kabar gembira kepadamu akan (beroleh) seorang anak yang namanya YAHYA, yang sebelumnya Kami belum pernah menciptakan orang yang serupa dengan dia” (QS. Maryam (19): 7)

Malaikat memanggil Zakariya yang tengah berdiri shalat di mihrabnya, “Sesungguhnya Allah memberi kabar gembira kepada kamu dengan kelahiran (seorang puteramu) Yahya, yang membenarkan kalimat (yang datang) dari Allah, menjadi ikutan, menahan diri (dari hawa nafsu) dan seorang Nabi yang termasuk keturunan orang-orang shaleh” (QS. Ali Imran (3): 39)

Zakariyya terkejut, dan sangat gembira dan senang. Namun ia bertanya heran:
“Bagaimana akan ada anak bagiku, padahal istriku mandul dan aku (sendiri) sesungguhnya sudah mencapai umur yang sudah tua” (QS. Maryam (19): 8 – juga didalam QS. Ali Imran (3): 40)

Malaikat menjawab kepada Zakariya, “Demikianlah, Dia berfirman, “Hal itu adalah mudah bagi-Ku, dan sesungguhnya telah Aku ciptakan sebelum itu, padahal kamu (diwaktu itu) belum ada sama sekali. (QS. Maryam (19): 9) Demikianlah, Allah berbuat apa yang dikehendaki-Nya” (QS. Ali Imran (3): 40)

Maka Zakariya menghendaki suatu tanda atau dalil untuk meraih apa yang dijanjikan Allah kepadanya dari kehamilan istrinya. Diapun berkata, “Berilah aku suatu tanda (bahwa istriku telah mengandung)”
Tuhannya menjawab dengan berfirman:
“Tanda bagimu ialah kamu tidak dapat berkata-kata dengan manusia selama tiga hari, kecuali dengan isyarat. Dan sebutlah nama Tuhan-mu sebanyak-banyaknya serta bertasbihlah di waktu petang dan pagi hari” (QS. Ali Imran (3): 41)

Setelah diberi khabar gembira kepadanya, diapun keluar kepada kaumnya dengan perasaan gembira. Hatinya diselimuti kebahagiaan dan ia memberi isyarat kepada kaumnya agar mereka bertasbih pada pagi dan petang. Dan agar banyak berdzikir di waktu siang dan malam hari.

Semangat hidup kembali tumbuh dari jiwa seorang tua renta dan wanita tua yang mandul. Yahya lahir kemuka bumi guna menghidupkan suasana gembira antara kedua ibu bapaknya sebagai tanda kebesaran Allah SWT dan sebagai bukti tanda kekuasaan Allah azza wa jalla.

HIKMAH KISAH

Ada banyak hikmah dalam kisah ini.
Diantaranya bahwa setiap mukmin tidak boleh berputus asa dalam rahmat dan karunia Allah. Bahwasanya Allah Maha Berkehendak dan Maha Kuasa atas segala sesuatu. Kita diperintahkan untuk bermunajat dan memohon hanya kepada-Nya.

Firman Allah SWT:
“Dan Tuhanmu berfirman: “Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembah-Ku akan masuk neraka Jahannam dalam keadaan hina dina.” (QS. al-Mu’min (40) : 60)

Dalam kisah ini juga dicontohkan adab bermunajat kepada Allah dengan memohon kepada-Nya dengan khusyu’ dan sungguh-sungguh sambil merendahkan suara.

Dan Allah mengabadikan do’a Nabi Zakariya (dan juga Nabi Ibrahim as) sebagai contoh do’a yang patut diucapkan oleh seluruh orang tua.
“Ya Tuhanku, berilah aku dari sisi Engkau seorang anak yang baik. Sesungguhnya Engkau Maha Pendengar Do’a” (QS. Ali Imran (3): 38)

Dari kisah ini juga terdapat perintah Allah kepada Zakariya as untuk bertasbih kepada-Nya pada waktu pagi dan petang.
“Dan sebutlah nama Tuhan-Mu sebanyak-banyaknya serta bertasbihlah di waktu petang dan pagi hari” (QS. Ali Imran (3): 41)

Sesungguhnya perintah ini tidak hanya diperuntukkan kepada Nabi Zakariya alaihissalam saja. Tapi diperintahkan Allah kepada seluruh kaum muslimin:

Firman Allah:
“Dan sebutlah nama Tuhan-Mu pada (waktu) pagi dan petang” (QS. Al-Insaan (76): 25)

“Maka bersabarlah kamu, karena janji Allah itu benar, dan mohonlah ampunan untuk dosamu dan bertasbihlah seraya memuji Tuhanmu pada waktu petang dan pagi” (QS. Al-Mukmin (40): 55)

Seorang ulama besar bernama Hasan al-Banna rahimahullah menyusun sebuah kumpulan dzikir pagi dan petang yang lazim (matsur) dilakukan oleh Rasulullah SAW. Dzikir dan do’a pagi dan petang “al-Matsurat Sughra” bersumber dari ayat-ayat al-Qur’an dan hadits-hadits shahih. (Terlalu panjang bila harus dijabarkan di sini, Insya Allah akan kita bahas dilain kesempatan bila Allah memampukan hamba)

Dzikir pagi dan petang ini masuk dalam salah satu keutamaan Shalat Subuh dan Shalat Ashar disbanding shalat fardhu yang lainnya. Dimana, al-Matsurat Sughra ini ditutup dengan sebuah do’a yang sangat indah dan sungguh dalam maknanya. Sebuah permohonan seorang hamba untuk sahabat-sahabat dan saudara-saudara seiman baik yang kita kenal baik atau tidak.

Berikut saya kutip do’a penutup dzikir pagi dan petang al-Matsurat Sughra (yang artinya):

Ya Allah…
Engkau mengetahui bahwa hati-hati ini telah berhimpun dalam cinta-Mu
Telah berjumpa dalam ta’at kepada-Mu
Telah bersatu dalam dakwah kepada-Mu
Telah berpadu dalam syari’at-Mu

Teguhkanlah, ya Allah… ikatannya
Kekalkanlah cinta kasihnya
Tunjukilah jalan-jalanya
Penuhilah hati-hati tersebut dengan cahaya-Mu yang tidak pernah hilang
Lapangkanlah dada kami dengan kelimpahan iman kepada-Mu
Dan indahnya bertawakkal kepada-Mu
Hidupkanlah hati ini dengan makrifah kepada-Mu
Matikanlah ia syahid dijalan-Mu

Sungguh Engkau sebaik-baik Penolong.
Ya Allah kabulkanlah..

Sampaikan shalawat kepada junjungan kami, Nabi Muhammad
Kepada keluarga, sahabat-sahabatnya
Dan juga sampaikanlah salam
Amiin…

Demikianlah, sepenggal Kisah Nabi Zakariya alaihissalam yang bermunajat kepada Sang Penciptanya.
Semoga kita dapat mengambil hikmahnya untuk selalu beriman dan bermunajat hanya kepada Allah SWT.

Sesungguhnya dalam Kisah-kisah orang terdahulu terdapat hikmah dan pengajaran bagi orang yang berfikir.

Firman Allah SWT:
“Sesungguhnya pada kisah-kisah mereka itu terdapat pengajaran bagi orang-orang yang mempunyai akal. Al Qur’an itu bukanlah cerita yang dibuat-buat akan tetapi membenarkan (kitab-kitab) yang sebelumnya dan menjelaskan segala sesuatu, dan sebagai petunjuk dan rahmat bagi kaum yang beriman.” (QS. Yusuf (12) : 111)

Dan sebaik-baik Kisah adalah Kisah yang diabadikan Allah dalam Al-Quran dan Sunnah Nabi SAW.
Dan ilmu yang terbaik juga ada dalam Al-Qur’an dan As-Sunnah.

 
Leave a comment

Posted by on 19 December 2011 in Nyata dan Keyakinan

 

Doa Nabi Sulaiman

Doa Nabi Sulaiman as Untuk Kerajaan Tiada Banding

Nabi Sulaiman dan nabi Daud termasuk nabi-nabi Ilahi yang Allah swt sebutkan dengan baik di dalam al-Qur’an. Karena nabi Sulaiman as memiliki ketertarikan luar biasa kepada kuda, tentara beliau mengatur pertandingan balapan kuda untuk mempersiapkan diri berperang menghadapi musuh dan nabi Sulaiman as menyaksikan pertunjukan tersebut. Pertandingan berjalan lama sementara waktu utama shalat telah berlalu. Allah swt yang hendak menguji nabi Sulaiman as memaparkan sebuah jenazah di hadapan beliau as. Nabi Sulaiman as menghadapkan wajah ke hadirat Ilahi dan mengangkat tangan berdoa dan berkata:

رَبِّ اغْفِرْ لى‏ وَهَبْ لى‏ مُلْكاً لا يَنْبَغى‏ لأَحَدٍ مِنْ بَعْدى‏ إِنَّكَ أَنْتَ الوَهَّابُ

“Ya Tuhanku, ampunilah aku dan anugerahkanlah kepadaku kerajaan yang tidak dimiliki oleh seorang jua pun sesudahku, sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Pemberi.”[1]

Allah swt pun mewujudkan keinginan beliau dan menganugerahkan sebuah kerajaan tiada banding kepada beliau as. Setelah ribuan tahun berlalu kisah kerajaan nabi Sulaiman masih tetap dibicarakan dan kebesaran dan keagungannya selalu diingat.
Doa Nabi Sulaiman as Untuk Taufik Mensyukuri Nikmat-nikmat Ilahi

Pada doa sebelumnya telah kita katakan bahwa Allah swt memberikan sebuah kerajaan tiada banding kepada nabi Sulaiman as. Meskipun mayoritas manusia ketika mencapai kekuasaan dan kekayaan melalaikan Allah swt Sang Pemberi nikmat, akan tetapi setiapkali nabi Sulaiman as melihat kenikmatan-kenikmatan material dan spiritual yang dianugerahkan oleh Allah swt kepada beliau as dan sebelumnya kepada ayahanda beliau, nabi Daud as, beliau berkata: “Ini termasuk karunia Tuhanku untuk mencoba aku apakah aku bersyukur atau mengingkari (akan nikmat-Nya).”[2]

Suatu hari nabi Sulaiman as bersama bala tentara melewati suatu wilayah dan beliau as mendengar bahwa pemimpin para semut berkata kepada semut-semut: Hai semut-semut, masuklah ke dalam sarang-sarangmu, agar kamu tidak diinjak oleh Sulaiman dan tentaranya, sedangkan mereka tidak menyadari. Nabi Sulaiman as yang memahami bahasa seluruh makhluk hidup ketika mendengar ucapan ini tersenyum dengan tertawa dan mengangkat tangan berdoa seraya mengucapkan demikian:

رَبِّ أَوْزِعْنى‏ أَنْ أَشْكُرَ نِعْمَتَكَ الّتى‏ أَنْعَمْتَ عَلَىّ وَعَلى‏ والِدَىَّ وَأَنْ اَعْمَلَ صالِحاً تَرْضيهُ وَأَدْخِلْنى‏ بِرَحْمَتِكَ فى‏ عِبادِكَ الصَّالِحينَ

“Ya Tuhanku, berilah aku ilham untuk tetap mensyukuri nikmat-Mu yang telah Engkau anugerahkan kepadaku dan kepada dua orang ibu bapakku dan untuk mengerjakan amal saleh yang Engkau ridai; dan masukkanlah aku dengan rahmat-Mu ke dalam golongan hamba-hamba-Mu yang saleh.”[3]

Nabi Daud Dan Sulaiman Ber-“Hamd” Kepada Allah swt

Ber-“hamd” (memuji) dan bersyukur kepada yang membantu dan menolong adalah sebuah perbuatan yang terpuji dan harus. Dan siapakah yang seperti Allah swt memberikan anugerah, pemaafan dan kebaikan! Apa pun kenikmatan, kemampuan dan kesempurnaan yang kita miliki adalah dari Dia. Allah swt menganugerahkan berbagai kenikmatan kepada dua nabi-Nya, Daud dan Sualaiman as dan memberikan sebagian kenikmatan kepada keduanya yang tidak diberikan kepada yang lain. Allah swt memberikan ilmu tentang hukum dan pengadilan dan membuat tembaga menjadi lembut di tangan beliau as dan menganugerahkan kepada nabi Sulaiman as pengetahuan tentang bahasa burung dan binatang-binatang, penguasaan jin, pengendaraan udara dan kerajaan tiada banding. Namun kedua pemimpin kaum muwahhid memuji dan bersyukur kepada Allah swt dan mengucapkan:

اَلْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذى‏ فَضَّلَنا عَلى‏ كَثيرٍ مِنْ عِبادِهِ الْمُؤْمِنينَ

“Segala puji bagi Allah yang melebihkan kami dari kebanyakan hamba-hamba-Nya yang beriman.”[4]

 
Leave a comment

Posted by on 19 December 2011 in Nyata dan Keyakinan

 

MABUK DALAM CINTA TERHADAP ALLAH

Dikisahkan dalam sebuah kitab karangan Imam Al-Ghazali bahwa pada suatu hari Nabi Isa a.s berjalan di hadapan seorang pemuda yang sedang menyiram air di kebun. Bila pemuda yang sedang menyiram air itu melihat kepada Nabi Isa a.s berada di hadapannya maka dia pun berkata, “Wahai Nabi Isa a.s, kamu mintalah dari Tuhanmu agar Dia memberi kepadaku seberat semut Jarrah cintaku kepada-Nya.”
Berkata Nabi Isa a.s, “Wahai saudaraku, kamu tidak akan terdaya untuk seberat Jarrah itu.”
Berkata pemuda itu lagi, “Wahai Isa a.s, kalau aku tidak terdaya untuk satu Jarrah, maka kamu mintalah untukku setengah berat Jarrah.”
Oleh kerana keinginan pemuda itu untuk mendapatkan kecintaannya kepada Allah, maka Nabi Isa a.s pun berdoa, “Ya Tuhanku, berikanlah dia setengah berat Jarrah cintanya kepada-Mu.” Setelah Nabi Isa a.s berdoa maka beliau pun berlalu dari situ.
Selang beberapa lama Nabi Isa a.s datang lagi ke tempat pemuda yang memintanya berdoa, tetapi Nabi Isa a.s tidak dapat berjumpa dengan pemuda itu. Maka Nabi Isa a.s pun bertanya kepada orang yang lalu-lalang di tempat tersebut, dan berkata kepada salah seorang yang berada di situ bahwa pemuda itu telah gila dan kini berada di atas gunung.
Setelah Nabi Isa a.s mendengat penjelasan orang-orang itu maka beliau pun berdoa kepada Allah S.W.T, “Wahai Tuhanku, tunjukkanlah kepadaku tentang pemuda itu.” Selesai saja Nabi Isa a.s berdoa maka beliau pun dapat melihat pemuda itu yang berada di antara gunung-ganang dan sedang duduk di atas sebuah batu besar, matanya memandang ke langit.
Nabi Isa a.s pun menghampiri pemuda itu dengan memberi salam, tetapi pemuda itu tidak menjawab salam Nabi Isa a.s, lalu Nabi Isa berkata, “Aku ini Isa a.s.”Kemudian Allah S.W.T menurunkan wahyu yang berbunyi, “Wahai Isa, bagaimana dia dapat mendengar perbicaraan manusia, sebab dalam hatinya itu terdapat kadar setengah berat Jarrah cintanya kepada-Ku. Demi Keagungan dan Keluhuran-Ku, kalau engkau memotongnya dengan gergaji sekalipun tentu dia tidak mengetahuinya.”
Barangsiapa yang mengakui tiga perkara tetapi tidak menyucikan diri dari tiga perkara yang lain maka dia adalah orang yang tertipu.
1. Orang yang mengaku kemanisan berzikir kepada Allah, tetapi dia mencintai dunia.
2. Orang yang mengaku cinta ikhlas di dalam beramal, tetapi dia inginmendapat sanjungan dari manusia.
3. Orang yang mengaku cinta kepada Tuhan yang menciptakannya, tetapi tidak berani merendahkan dirinya.

Rasulullah S.A.W telah bersabda, “Akan datang waktunya umatku akan mencintai lima lupa kepada yang lima :
1. Mereka cinta kepada dunia. Tetapi mereka lupa kepada akhirat.
2. Mereka cinta kepada harta benda. Tetapi mereka lupa kepada hisab.
3. Mereka cinta kepada makhluk. Tetapi mereka lupa kepada al-Khaliq.
4. Mereka cinta kepada dosa. Tetapi mereka lupa untuk bertaubat.
5. Mereka cinta kepada gedung-gedung mewah. Tetapi mereka lupa kepada kubur.”

http://heniputra.com/mabuk-dalam-cinta-terhadap-allah.html/

 
Leave a comment

Posted by on 19 December 2011 in Nyata dan Keyakinan

 

BERPUASA PADA 10 MUHARRAM DAN PERISTIWA-PERISTIWA YANG BERLAKU PADA HARI TERSEBUT

Dari Ibnu Abbas r.a berkata Rasulullah S.A.W bersabda : ” Sesiapa yang berpuasa pada hari Aasyura (10 Muharram) maka Allah S.W.T akan memberi kepadanya pahala 10,000 malaikat dan sesiapa yang berpuasa pada hari Aasyura (10 Muharram) maka akan diberi pahala 10,000 orang berhaji dan berumrah, dan 10,000 pahala orang mati syahid, dan barang siapa yang mengusap kepala anak-anak yatim pada hari tersebut maka Allah S.W.T akan menaikkan dengan setiap rambut satu darjat. Dan sesiapa yang memberi makan kepada orang yang berbuka puasa pada orang mukmin pada hari Aasyura, maka seolah-olah dia memberi makan pada seluruh ummat Rasulullah S.A.W yang berbuka puasa dan mengenyangkan perut mereka.”
Lalu para sahabat bertanya Rasulullah S.A.W : ” Ya Rasulullah S.A.W, adakah Allah telah melebihkan hari Aasyura daripada hari-hari lain?”. Maka berkata Rasulullah S.A.W : ” Ya, memang benar, Allah Taala menjadikan langit dan bumi pada hari Aasyura, menjadikan laut pada hari Aasyura, menjadikan bukit-bukit pada hari Aasyura, menjadikan Nabi Adam dan juga Hawa pada hari Aasyura, lahirnya Nabi Ibrahim juga pada hari Aasyura, dan Allah S.W.T menyelamatkan Nabi Ibrahim dari api juga pada hari Aasyura, Allah S.W.T menenggelamkan Fir’aun pada hari Aasyura, menyembuhkan penyakit Nabi Ayyub a.s pada hari Aasyura, Allah S.W.T menerima taubat Nabi Adam pada hari Aasyura, Allah S.W.T mengampunkan dosa Nabi Daud pada hari Aasyura, Allah S.W.T mengembalikan kerajaan Nabi Sulaiman juga pada hari Aasyura, dan akan terjadi hari kiamat itu juga pada hari Aasyura !”.

http://heniputra.com/berpuasa-pada-10-muharram-dan-peristiwa-peristiwa-yang-berlaku-pada-hari-tersebut.html/

 
Leave a comment

Posted by on 19 December 2011 in Nyata dan Keyakinan

 

KISAH SEEKOR ULAT DENGAN NABI DAUD A.S

Dalam sebuah kitab Imam Al-Ghazali menceritakan pada suatu ketika tatkala Nabi Daud A.S sedang duduk dalam suraunya sambil membaca kitab az-Zabur, dengan tiba-tiba dia terpandang seekor ulat merah pada debu.
Lalu Nabi Daud A.S. berkata pada dirinya, “Apa yang dikehendaki Allah dengan ulat ini?”
Bebarapa saat Nabi Daud selesai berkata begitu, maka Allah pun mengizinkan ulat merah itu berkata-kata. Lalu ulat merah itu pun mula berkata-kata kepada Nabi Daud A.S. “Wahai Nabi Allah! Allah S.W.T telah mengilhamkan kepadaku untuk membaca ‘Subhanallahu walhamdulillahi wala ilaha illallahu wallahu akbar’ setiap hari sebanyak 1000 kali dan pada malamnya Allah mengilhamkan kepadaku supaya Setelah ulat merah itu berkata demikian, maka dia pun bertanya kepada Nabi Daud A.S. “Apakah yang dapat kamu katakan kepadaku agar aku dapat faedah darimu?”
Akhirnya Nabi Daud menyedari akan kesilapannya kerana memandang remeh akan ulat tersebut, dan dia sangat takut kepada Allah S.W.T. maka Nabi Daud A.S. pun bertaubat dan menyerah diri kepada Allah S.W.T.
Begitulah sikap para Nabi A.S. apabila mereka menyadari kesilapan yang telah dilakukan maka dengan segera mereka akan bertaubat dan menyerah diri kepada Allah S.W.T.
Kisah-kisah yang berlaku pada zaman para nabi bukanlah untuk kita ingat sebagai bahan sejarah, tetapi hendaklah kita jadikan sebagai teladan supaya kita tidak memandang rendah kepada apa saja makhluk Allah yang berada di bumi yang sama-sama kita tumpangi ini.membaca ‘Allahumma solli ala Muhammadin annabiyyil ummiyyi wa ala alihi wa sohbihi wa sallim’ setiap malam sebanyak 1000 kali.

http://heniputra.com/kisah-seekor-ulat-dengan-nabi-daud-a-s.html/

 
Leave a comment

Posted by on 19 December 2011 in Nyata dan Keyakinan

 

BERSELAWAT KE ATAS RASULULLAH S.A.W

Rasulullah S.A.W telah bersabda bahwa, “Malaikat Jibril, Mikail, Israfil dan Izrail A.S. telah berkata kepadaku.
Berkata Jibril A.S. : “Wahai Rasulullah, barang siapa yang membaca selawat ke atasmu tiap-tiap hari sebanyak sepuluh kali, maka akan saya bimbing tangannya dan akan saya bawa dia melintasi titian seperti kilat menyambar.”
Berkata pula Mikail A.S. : “Mereka yang berselawat ke atas kamu akan aku beri mereka itu minum dari telagamu.”
Berkata pula Israfil A.S. : “Mereka yang berselawat kepadamu akan aku sujud kepada Allah S.W.T dan aku tidak akan mengangkat kepalaku sehingga Allah S.W.T mengampuni orang itu.”
Malaikat Izrail A.S pula berkata : “Bagi mereka yang berselawat ke atasmu, akan aku cabut ruh mereka itu dengan selembut-lembutnya seperti aku mencabut ruh para nabi-nabi.”

Apakah kita tidak cinta kepada Rasulullah S.A.W.? Para malaikat memberikan jaminan masing-masing untuk orang-orang yang berselawat ke atas Rasulullah S.A.W.

Dengan kisah yang dikemukakan ini, kami harap para pembaca tidak akan melepaskan peluang untuk berselawat ke atas junjungan kita Nabi Muhammad S.A.W. Mudah-mudahan kita menjadi orang-orang kesayangan Allah, Rasul dan para malaikat.

 
Leave a comment

Posted by on 19 December 2011 in Nyata dan Keyakinan