RSS

Allah Ta’ala dan Letak ‘Arsy

15 Mar

October 5, 2007, 7:48 am
Filed under: Aqidah, Bulletin
Keagungan-Kekuasaan Allah Ta’ala* dan Letak ‘Arsy (Tempat Alloh bersemayam / istiwa’)
Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab

*) Dalam bab terakhir ini, Syaikh menyebutkan beberapa dalil dari Al-Qur’an dan hadits yang menjelaskan keagungan dan kekuasaan Alloh Ta’ala, dengan maksud untuk menunjukkan bahwa hanya Alloh saja Tuhan yang berhak dengan segala macam ibadah yang dilakukan manusia dan hanya milik Alloh segala sifat kesempurnaan dan kemuliaan.

Firman Alloh Ta’ala (artinya):

“Dan mereka (orang-orang musyrik) tidak mengagungkan Alloh dengan pengagungan yang sebenar-benarnya, padahal bumi seluruhnya dalam genggaman-Nya pada hari Kiamat, dan semua langit digulung dengan Tangan Kanan-Nya. Maha Suci dan Maha Tinggi Alloh dari segala perbuatan syirik mereka.” (Az-Zumar: 67)

‘Ibnu Mas’ud RadhiyAllohu ‘anhu menuturkan: “Salah seorang pendeta Yahudi datang kepada Rasululloh ShallAllohu ‘alaihi wa Sallam dan berkata:

“Wahai Muhammad! Sesungguhnya kami menjumpai (dalam kitab suci kami) bahwa Alloh akan meletakkan langit di atas satu jari, pohon-pohon di atas satu jari, air di atas satu jari, tanah di atas satu jari, dan seluruh makhluk di atas satu jari, maka Alloh berfirman: “Aku-lah Penguasa.” Tatkala mendengarnya, tersenyumlah Nabi ShallAllohu ‘alaihi wa Sallam sehingga tampak gigi-gigi beliau, karena membenarkan ucapan pendeta Yahudi itu; kemudian beliau membacakan firman Alloh:

“Dan mereka tidak mengagungkan Alloh dengan pengagungan yang sebenar-benarnya, padahal bumi seluruhnya dalam genggaman-Nya pada hari Kiamat…” dst.

Disebutkan dalam riwayat lain oleh Muslim:

“…gunung-gunung dan pohon-pohon di atas satu jari, kemudian digoncangkan-Nya dan berfirman: “Aku-lah Penguasa, Aku-lah Alloh“.”

Dan disebutkan dalam riwayat lain oleh Al-Bukhari:

“…meletakkan semua langit di atas satu jari, serta tanah di atas satu jari, dan seluruh makhluk di atas satu jari…” (HR Al-Bukhari dan Muslim)

Muslim meriwayatkan dari Ibnu ‘Umar bahwa Rasululloh Shallallohu ‘alaihi wa Sallam bersabda:

“Alloh akan menggulung seluruh lapisan langit pada hari kiamat lalu diambil dengan Tangan Kanan-Nya, dan berfirman: Aku-lah Penguasa; mana orang-orang yang berlaku lalim, mana orang-orang yang berlaku sombong?” Kemudian Alloh menggulung ketujuh lapis bumi, lalu diambil dengan Tangan Kiri-Nya dan berfirman: “Aku-lah Penguasa; mana orang-orang yang berlaku lalim, mana orang-orang yang berlaku sombong?”.”

Diriwayatkan dari Ibnu ‘Abbas RadhiyAllohu ‘anhuma, ia berkata:

“Langit tujuh dan bumi tujuh di Telapak Tangan Alloh Ar-Rahman, tiada lain hanyalah bagaikan sebutir biji sawi yang diletakkan di tangan seseorang di antara kamu.”

Ibnu Jarir berkata: “Yunus menuturkan kepadaku, dari Ibnu Wahb, dari Ibnu Zaid, dari bapaknya (Zaid bin Aslam), ia menuturkan: Rasululloh Shallallohu ‘alaihi wa Sallam bersabda:

“Ketujuh langit berada di Kursi, tiada lain hanyalah bagaikan tujuh keping dirham yang diletakkan di atas perisai.”

Ibnu Jarir berkata pula: “Dan Abu Dzar RadhiyAllohu ‘anhu menuturkan: Aku mendengar Rasululloh Shallallohu ‘alaihi wa Sallam:

“Kursi itu berada di ‘Arsy, tiada lain hanyalah bagaikan sebuah gelang besi yang dicampakkan di tengah padang pasir.”

Diriwayatkan dari Ibnu Mas’ud, bahwa ia menuturkan:

“Antara langit yang paling bawah dengan langit berikutnya jaraknya 500 tahun, dan diantara setiap langit jaraknya 500 tahun; antara langit yang ketujuh dengan kursi jaraknya 500 tahun; dan antara kursi dan samudra air jaraknya 500 tahun; sedang ‘Arsy berada di atas samudra air itu; dan Alloh berada di atas ‘Arsy tersebut, tidak tersembunyi bagi Alloh sesuatu apapun dari perbuatan kamu sekalian.” (Diriwayatkan oleh Ibnu Mahdi dari Hamad bin Salamah, dari ‘Ashim, dari Zirr, dari ‘Abdullah ibnu Mas’ud)

Dan diriwayatkan dengan lafadz seperti ini oleh Al-Mas’udi dari ‘Ashim dari Abu Wa’il dari ‘Abdullah, demikian dinyatakan Adz-Dzahaby Rahimahullah Ta’ala; lalu katanya: “Atsar tersebut diriwayatkan melalui beberapa jalan.”

Al-’Abbas bin ‘Abdul Muthallib RadhiyAllohu ‘anhu menuturkan Rasululloh Shallallohu ‘alaihi wa Sallam bersabda:

“Tahukah kamu sekalian berapa jarak antara langit dengan bumi?” Kami menjawab: “Alloh dan Rasul-Nya lebih mengetahui.” Beliau bersabda: “Antara langit dan bumi jaraknya perjalanan 500 tahun, dan antara satu langit ke langit lainnya jaraknya perjalanan 500 tahun, sedang ketebalan masing-masing langit adalah perjalanan 500 tahun. Antara langit yang ketujuh dengan ‘Arsy ada samudra, dan antara dasar samudra itu dengan permukaannya seperti jarak antara langit dengan bumi. Alloh Ta’ala di atas itu semua dan tidak tersembunyi bagi-Nya sesuatu apapun dari perbuatan anak keturunan Adam.” (HR Abu Dawud dan Ahli Hadits lainnya)

Kandungan tulisan ini:

Tafsiran ayat tersebut di atas. Ayat ini menunjukkan keagungan dan kebesaran Alloh Ta’ala dan kecilnya seluruh makhluk dibandingkan dengan-Nya; menunjukkan pula bahwa siapa yang berbuat syirik, berarti tidak mengagungkan Alloh dengan pengagungan yang sebenar-benarnya.

Pengetahuan-pengetahuan tentang sifat Alloh Ta’ala, sebagaimana terkandung dalam hadits pertama, masih dikenal di kalangan orang-orang Yahudi yang hidup pada zaman Rasululloh Shallallohu ‘alaihi wa Sallam. Mereka tidak mengingkarinya dan tidak menafsirkannya dengan tafsiran yang menyimpang dari kebenaran.

Ketika pendeta Yahudi itu menyebutkan pengetahuan tersebut kepada Nabi ShallAllohu ‘alaihi wa Sallam, beliau membenarkannya dan turunlah ayat Al-Qur’an menegaskannya.

Rasululloh Shallallohu ‘alaihi wa Sallam tersenyum tatkala mendengar pengetahuan yang agung ini disebutkan oleh pendeta Yahudi.

Disebutkan dengan tegas dalam hadits adanya dua tangan bagi Alloh, dan bahwa seluruh langit diletakkan di tangan kanan dan seluruh bumi diletakkan di tangan yang lain pada hari Kiamat nanti.

Dinyatakan dalam hadits bahwa tangan yang lain itu disebut tangan kiri.

Disebutkan keadaan orang-orang yang berlaku lalim dan berlaku sombong pada hari Kiamat.

Dijelaskan bahwa seluruh langit dan bumi di telapak tangan Alloh bagaikan sebutir biji sawi yang diletakkan di telapak tangan seseorang.

Besarnya (luasnya) kursi dibanding dengan langit.

Besarnya (luasnya) ‘Arsy dibandingkan dengan kursi.

‘Arsy bukanlah kursi, dan bukanlah samudra.

Jarak antara langit yang satu dengan langit yang lain perjalanan 500 tahun.

Jarak antara langit yang ke tujuh dengan kursi perjalanan 500 tahun.

Dan jarak antara kursi dengan samudra perjalanan 500 tahun.

‘Arsy, sebagaimana dinyatakan dalam hadits, berada di atas samudra tersebut.

Alloh ‘Azza wa Jalla berada di atas ‘Arsy.

Jarak antara langit dan bumi ini perjalanan 500 tahun.

Masing-masing langit tebalnya perjalanan 500 tahun.

Samudra yang berada di atas seluruh langit itu, antara dasar dan permukaannya, jauhnya perjalanan 500 tahun. Dan hanya Alloh Ta’ala yang Maha Mengetahui.

Segala puji hanya milik Alloh Rabb sekalian alam. Semoga shalawat dan salam senantiasa dilimpahkan Alloh kepada junjungan kita Nabi Muhammad ShallAllohu ‘alaihi wa Sallam, kepada keluarga dan para sahabatnya.

Dikutip dari buku: “Kitab Tauhid” karya Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab.
Penerbit: Kantor Kerjasama Da’wah dan Bimbingan Islam, Riyadh 1418 H.

 
Leave a comment

Posted by on 15 March 2010 in Nyata dan Keyakinan

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: